Percakapan bahasa Arab tentang sekolah
Percakapan Bahasa Arab Tentang Sekolah: Panduan Lengkap
Adegan 1: Di Pagi Hari Sebelum Berangkat Sekolah (Pagi hari sebelum berangkat sekolah)
Karakter: Ahmad (Ahmad), Fatima (Fatima), Ibu (Ibu)
Pengaturan: Meja makan di rumah.
Ahmad: (Menguap) Selamat pagi ibu. (Sabah al-Khair ya Ummi – Salam sejahtera, Ibu.)
Ibu: صباح النور يا حبيبي. هل نمت جيداً؟ (Sabah an-nur ya habibi. Hal nimta jayyidan? – Selamat pagi, sayangku. Apakah kamu tidur nyenyak?)
Ahmad: Ya, terima kasih Tuhan. (Na’am, Alhamdulillah. – Ya, Alhamdulillah.)
Fatima: (Duduk di meja) صباح الخير يا أمي، ويا أخي. (Sabah al-khair ya Ummi, wa ya akhi. – Selamat pagi, Ibu, dan Kakak.)
Ibu: Selamat pagi, Fatima. Ayo sarapan. (Sabah al-Khair ya Fatima. Haya, tanawalul futur. – Selamat pagi, Fatima. Ayo, sarapan.)
Ahmad: ماذا لدينا اليوم؟ (Madha ladaina al-yaum? – Apa yang kita punya hari ini?)
Ibu: لدينا خبز بالزبدة والمربى، وبيض مقلي. (Ladaina khubzun biz-zubdati wal-murabba, wa baydhun maqly. – Kita punya roti dengan mentega dan selai, dan telur goreng.)
Fatima: Sangat lezat! (Shahiyyun jiddan! – Sangat lezat!)
Ahmad: Kapan hari sekolah dimulai? (Apa yabda’u al-yaumu ad-dirasi? – Bagaimana kamu mengetahui hal ini?)
Ibu: Ini dimulai pukul setengah tujuh. (Yabda’u fis-sa’atis-sabi’ati wan-nisf. – Dimulai pukul tujuh setengah.)
Fatima: هل جهزت حقيبتي؟ (Hal jahhaztu haqiibati? – Apakah aku sudah menyiapkan tasku?)
Ibu: نعم، لقد جهزتها لك. (Na’am, laqad jahhaztuha laki. – Ya, aku sudah menyiapkannya untukmu.)
Ahmad: هل لديك امتحان اليوم؟ (Hal ladayka imtihanun al-yaum? – Apakah kamu punya ujian hari ini?)
Fatima: Ya, saya ada ujian matematika. (Na’am, ladaya imtihanun fi maddatil-riyadhiyat. – Ya, aku punya ujian mata pelajaran Matematika.)
Ahmad: بالتوفيق! (Bit-taufiq! – Semoga berhasil!)
Fatima: شكراً. (Shukran. – Terima kasih.)
Ibu: Ingatlah untuk bersikap sopan di sekolah. (Tadhakkaru an takunu muhadhdhabiina fil-madrasah. – Ingatlah untuk menyatakan sopan di sekolah.)
Ahmad & Fatima: Oke, ibu. (Hasanan, ya Ummi. – Baiklah, Ibu.)
Adegan 2: Di Dalam Kelas (Di Dalam Kelas)
Karakter: Guru (Guru), Siswa 1 (Murid 1), Siswa 2 (Murid 2)
Pengaturan: Ruang kelas.
Guru: السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. (Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. – Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai kalian.)
Siswa 1 & Siswa 2: وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته. (Wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh. – Dan semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda juga.)
Guru: كيف حالكم اليوم؟ (Kaifa halukum al-yaum? – Bagaimana kabar kalian hari ini?)
Siswa 1 & Siswa 2: Baiklah, terima kasih Tuhan. (Bikhair, Alhamdulillah. – Baik, Alhamdulillah.)
Guru: Ayo buka bukumu halaman dua puluh lima. (Haya, iftahu kutubakum ala safhati khamsatin wa ishrin. – Ayo, buka buku kalian di halaman dua puluh lima.)
Siswa 2: Profesor, bolehkah saya meminjam pena? (Ya Ustadz, hal yumkinuni an asta’ira qalaman? – Ustadz, bolehkah saya meminjam pulpen?)
Guru: تفضل. (Tafaddal. – Silakan.)
Guru: Siapa di antara Anda yang mengetahui jawaban pertanyaan ini? (Siapa di antara Anda yang mengetahui jawaban pertanyaan ini?)
Siswa 1: Saya, Profesor. (Ana ya Ustadz. – Saya, Ustadz.)
Guru: Tolong jawab. (Tafaddal, ajib. – Silakan, jawab.)
Siswa 1: (Menjawab pertanyaan dengan benar)
Guru: Kecantikan! Sehat menakjubkan. (Ahsanta! Jawaban otentik. – Bagus! Jawaban benar.)
Siswa 2: Profesor, bolehkah saya pergi ke kamar mandi? (Ya Ustadz, hal yumkinuni an adhhaba ila dauratil-miyah? – Ustadz, bolehkah saya pergi ke toilet?)
Guru: تفضل، ولكن اسرع. (Tafaddal, walakin asri’. – Silakan, tapi cepatlah.)
Guru: Sekarang, mari kita lanjutkan ke latihan berikutnya. (Al-An, Lantanqilu ila at-tamrin at-tali. – Sekarang, mari kita lanjutkan ke latihan berikutnya.)
Adegan 3: Di Kantin Sekolah (Di kantin sekolah)
Karakter: Ahmad, Khalid, Penjual (penjual)
Pengaturan: Kantin sekolah.
Ahmad: السلام عليكم يا خالد. (Assalamu alaikum ya Khalid. – Semoga keselamatan menyertaimu, Khalid.)
Khalid: وعليكم السلام يا أحمد. ماذا تفعل هنا؟ (Wa alaikum salam ya Ahmad. Madha taf’alu huna? – Semoga keselamatan menyertaimu juga, Ahmad. Apa yang kamu lakukan di sini?)
Ahmad: Aku lapar, aku ingin membeli sesuatu untuk dimakan. (Ana ja’i’, ureedu an ashtariya shai’an li aklihi. – Saya lapar, saya ingin membeli sesuatu untuk dimakan.)
Khalid: Saya juga. Apa yang akan kamu beli? (Ana ayyadan. Madha satashtari? – Saya juga. Akan kamu beli?)
Ahmad: Saya belum tahu. (La a’rif ba’d. – Saya belum tahu.)
Ahmad: (Menuju penjual) السلام عليكم يا عم. (Assalamu alaikum ya Amm. – Semoga keselamatan menyertaimu, Paman.)
Penjual: وعليكم السلام يا بني. ماذا تريد؟ (Wa alaikum salam ya bunayya. Madha tureed? – Semoga keselamatan menyertaimu juga, Nak. Apa yang kamu inginkan?)
Ahmad: Saya mau sandwich falafel dan jus jeruk. (Uredu sandwich falafel wa ‘aseer burtuqal, min fadhlika. – Saya ingin sandwich falafel dan jus jeruk, long.)
Penjual: تفضل. (Tafaddal. – Silakan.)
Ahmad: Berapa akunnya? (Kam al-hisaab? – Berapa harganya?)
Penjual: Lima riyal. (Khamsatu riyalaat. – Lima Riyal.)
Ahmad: (Membayar) تفضل. (Tafaddal. – Silakan.)
Penjual: Terima kasih. (Shukran lak. – Terima kasih.)
Ahmad: عفواً. (Afwan. – Sama-sama.)
Ahmad: (Kembali ke Khalid) هيا، لنجلس ونتناول الطعام. (Haya, linajlisu wa natanawal at-ta’am. – Ayo, mari kita duduk dan makan.)
Khalid: Hasna. (Hasanan. – Bagus.)
Adegan 4: Perpustakaan Sekolah (di perpustakaan sekolah)
Karakter: Fatima (Fatima), Pustakawan (pustakawan)
Pengaturan: Perpustakaan sekolah.
Fatima: السلام عليكم. (Assalamu alaikum. – Semoga keselamatan menyertaimu.)
Pustakawan: وعليكم السلام. كيف يمكنني مساعدتك؟ (Wa alaikum salam. Kaifa yumkinuni musa’adatuk? – Semoga keselamatan menyertaimu juga. Bagaimana saya bisa membantu?)
Fatima: Saya ingin meminjam buku tentang sejarah Islam. (Ureedu asta’ira kitabun ‘an history of Islam. – Saya ingin meminjam buku tentang sejarah Islam.)

